Dzikir Setelah Shalat Sesuai al-Qur'an dan as-Sunnah

Dzikir Setelah Shalat Sesuai al-Qur'an dan as-Sunnah

Dzikir Setelah Shalat Fardhu Sesuai al-Qur'an dan as-Sunnah


Bacaan dzikir setelah shalat fardhu sesuai dengan as-Sunnah yang Shahih adalah sebagai berikut :

[1]
Dibaca 3x
أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfirullah (3x)

"Aku memohon ampun kepada Allah" (3x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom. (1x)

"Ya Allah, Engkau Maha sejahtera, dan hanya dari-Mu kesejahteraan. Mahasuci Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan"

[2]
Dibaca 1x 

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu

"Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tiada yang mencegah apa yang Engkau beri dan tiada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan tersebut bagi pemiliknya dari siksa-Mu"

[3]
Dibaca 1x  

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.

"Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Hanya bagi-Nya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tiada ilah melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun kaum musyrikin (orang-orang kafir) tidak menyukainya"

[4]
Dibaca 10x setelah shalat Maghrib dan shalat Subuh. 

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُالْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

"Tiada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu"

[5]
Dibaca 1x 

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a’inni ‘Ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik

"Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu."

[6]
Masing-masing dibaca 33x 

سُبْحَانَ اللهِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
اَللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah (33x),  Alhamdulillah (33x),  Allahu akbar (33 x)

"Mahasuci Allah (33x), Segala puji bagi Allah (33x), Allah Mahabesar (33x)

Dilengkapi menjadi seratus dengan membaca :

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

"Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu"

[7]
Membaca ayat kursi 

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyumu. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardhi. man dzal ladzii yasfa’u ‘indahuu illaa bi idznihi. ya’lamu maa b aina aidiihim wa maa khalfahum. wa laa yuhithuuna bi. syai-in min ‘ilmihii illaa bi maasyaa-a. wasi’ kursiyyuhussamaawaati wal ardha. wa laa ya-udhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul azhiim

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya,  melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.”

[8]
Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (fardhu) 


[9]
Setelah shalat Subuh membaca :  

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, Rizki yang halal, dan amal yang diterima"


•--------------••✵🌴🕋🌴✵••--------------•

[1]
HR Muslim (no.591 [135]), Ahmad (V/275,279), an-Nasa'i (III/68-69), Ibnu Khuzaimah (no.737), Abu Dawud (no.1513), Ibnu Majah (no.928), dan ad-Darimi (I/311) dari Tsauban.

[2]
HR al-Bukhari (no.844) dan Muslim (no.593), ad-Darimi (I/311), Ibnu Khuzaimah (no.742), Ahmad (IV/245,247,250,254,255), Abu Dawud (no.1505), dan Imam an-Nasa'i (III/70,71) dari al-Mughirah bin Syu'bah.

[3]
HR Muslim (no.594), Abu Dawud (no.1506,1507), an-Nasa'i (III/70), Ibnu Khuzaimah (no.740,741), dan Ahmad (IV/4,5) dari Abdullah bin az-Zubair.

[4]
Nabi Shalallahu'alayhi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa setelah shalat Maghrib dan Subuh membaca ;

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُالْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Sebanyak 10x, maka akan Allah tulis setiap satu kalinya 10 kebaikan, dihapus 10 keburukan, diangkat 10 derajat, dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk"
HR Ahmad (IV/227,V/420), at-Tirmidzi (no.3474), dari Abu Dzar Al-Ghifari, at-Tirmidzi berkata: hadits ini hasan gharib Shahih" Lihat kitab Shahih at-Targhib wat Tarhib (I/322,323 no.474,475,477), Zadul Ma'ad (I/300-301), serta Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no.113,114,2563)

[5]
HR Abu Dawud (no.1522), an-Nasa'i (III/53), Ahmad (V/245), dan al-Hakim (I/273,III/273)
Hadits ini dishahihkan oleh Imam al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi, dan memang kedudukannya seperti yang dikatakan keduanya, yaitu bahwa Nabi Shalallahu'alayhi wa sallam pernah berwasiat kepada Mu'adz agar dia mengucapkannya (dzikir diatas) pada setiap akhir shalat.

[6]
Barangsiapa membaca lafazh atau kalimat ini setiap selesai mengerjakan shalat, maka akan diampuni kesalahan (dosa)nya sekalipun seperti buih di lautan."
HR Muslim (no.597), Ahmad (II/371,483), Ibnu Khuzaimah (no.750) dan al-Baihaqi (II/187) daari Abu Hurairah.

[7]
Barangsiapa yang membaca setiap selesai shalat tidak ada yang dapat menghalanginya masyk Surga selain kematian"  HR an-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah (no.100), Ibnu Sunni (no.124), dari Abu Umamah. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahibul Jami' dan Silsilah ash-Shahihah (no.972)

[8]
HR Abu Dawud (no.1523), an-Nasa'i (III/68), Ibnu Khuzaimah (no.755), dan al-Hakim (I/253), dari Uqbah bin Amir. Lihat Shahih at-Tirmidzi (III/8, no.2324), ketiga surah ini dinamakan Al-Mu'awwidzat, Lihat juga Fat-hul Bari (IX/62).

[9]
HR Ibnu Majah (no.925), Shahih Ilmi Majah (I/152, no.753), Ibnu Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah (no.54, 110), dan perawi lainnya dari Ummu Salamah. Lihat Majma'uz Zawa'id (X/111). Sanadnya Shahih.