Halaqah 02 ~ Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul | HSI 8

๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Para Rasul Allah
๐Ÿ”Š Halaqah 02 ~ Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ู„ู„ู‡ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†


Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Beriman Kepada Para Rasul, Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

Dalil-dalil menunjukkan adanya perbedaan antara Nabi dan Rasul. Allah berfirman

ูˆَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ٍ ูˆَู„َุง ู†َุจِูŠٍّ ุฅِู„َّุง ุฅِุฐَุง ุชَู…َู†َّู‰ٰ ุฃَู„ْู‚َู‰ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ูِูŠ ุฃُู…ْู†ِูŠَّุชِู‡ِ

“Dan tidaklah kami mengutus seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi sebelum engkau (wahai Muhammad) melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan syaitan pun memasukkan godaan-godaan kedalam keinginannya tersebut” (Al-Hajj : 52)

Ayat diatas menunjukkan bahwa Rasul berbeda dengan Nabi.

Ada ulama yang mengatakan bahwa Rasul diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan, sedangkan Nabi diberi wahyu tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan namun ini adalah pendapat yang lemah karena ternyata dalil menunjukkan bahwa Nabi juga diutus dan diperintah menyampaikan wahyu sebagaimana dalam Firman Allah

ูˆَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ٍ ูˆَู„َุง ู†َุจِูŠٍّ ุฅِู„َّุง ุฅِุฐَุง ุชَู…َู†َّู‰ٰ ุฃَู„ْู‚َู‰ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ูِูŠ ุฃُู…ْู†ِูŠَّุชِู‡ِ

“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi kecuali apabila dia berkeinginan maka syaitan memasukkan godaan-godaannya kedalam keinginannya tersebut” (Al-Hajj : 52)

Allah Mengatakan

"Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi"

ini menunjukkan bahwa Nabi Juga diutus berarti dia diperintah untuk menyampaikan.

Demikian pula didalam hadits Rasulullah ๏ทบ bersabda

ุนُุฑِุถَุชْ ุนَู„َูŠَّ ุงู„ْุฃُู…َู…ُ ูَุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ูˆَู…َุนَู‡ُ ุงู„ุฑُّู‡َูŠْุทُ ูˆَุงู„ู†َّุจِูŠَّ ูˆَู…َุนَู‡ُ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ูˆَุงู„ุฑَّุฌُู„َุงู†ِ ูˆَุงู„ู†َّุจِูŠَّ ู„َูŠْุณَ ู…َุนَู‡ُ ุฃَุญَุฏٌ

"Ditampakan kepadaku umat-umat, maka aku melihat seorang Nabi bersama beberapa orang dan aku melihat seorang Nabi bersama satu dan dua orang dan seorang Nabi dan tidak seorang pun yang bersama beliau"  (HR Al Bukhรขri dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga diperintahkan untuk berdakwah dan menyampaikan risalah.

Dari sekian banyak pendapat tentang perbedaan antara Nabi dengan Rasul pendapat yang lebih dekat insyaa Allah adalah pendapat yang mengatakan

Bahwa Nabi adalah Orang yang Allah berikan wahyu diperintahkan untuk menyampaikan syariat sebelumnya dan diutus kepada kaum yang sudah mengetahui syariat tersebut

Dan inilah pendapat yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muhammad Al Amin As-Sinqity semoga Allah merahmati keduanya. Diantara dalilnya adalah firman Allah

...ุฅِู†َّุง ุฃَู†ْุฒَู„ْู†َุง ุงู„ุชَّูˆْุฑَุงุฉَ ูِูŠู‡َุง ู‡ُุฏًู‰ ูˆَู†ُูˆุฑٌ ۚ ูŠَุญْูƒُู…ُ ุจِู‡َุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّูˆู†َ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุณْู„َู…ُูˆุง ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ู‡َุงุฏُูˆุง…

“...Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat didalamnya ada petunjuk dan cahaya yang para Nabi yang menyerahkan diri menghukumi dengan Taurat tersebut bagi orang-orang Yahudi..."  (Al-Ma’idah  : 44)

Di dalam ayat ini Nabi-nabi Bani Israil mereka menyampaikan syariat Nabi Musa yang ada didalam Taurat, adapun

Pengertian Rasul secara syariat mereka adalah orang yang Allah beri Wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat yang baru dan diutus kepada kaum yang menyelisihi perintah Allah

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

ูˆَ ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

Abdullah Roy
Di kota Al-Madinah